Monday, 1 March 2010
Friday, 26 February 2010
kesedihan santri
Kesedihan Seorang Santri
Bukanlah dikatakan sebagai manusia apabila ia sempurna dalam segalanya
Tidaklah pantas bagi manusia membanggakan dirinya
Atas apa yang telah ia peroleh dan ia miliki
Sesungguhnya manusia hanyalah puing-puing sampah tak berguna
Yang menyelimuti gumpalan debu yang berhamburan di atas curahan air mata kesengsaraan
Berayunkan angin malam yang sunyi dan sepi
Tanpa sahabat dan tanpa kebahagiaan
Berpegangan suara gemuruh hentakan bumi dipijak kesunyian
Sendiri menanti datangnya sinar mentari
Menyinarinya dengan cahaya kebahagiaan
Suara merdu rembulan bagaikan goncangan
Air sungai mengalir dengan deras tiada hentinya membuat dia semakin kesepian
Bukan hal biasa jika ia menginginkan dirinya didaur ulang
Agar dapat berguna dan bermanfaat bagi para hamba yang selalu melakukan perbuatan dosa
Mempertahankan martabat
Berebut tahta
Memegang kekuasaan
Berjalan dalam kemewahan
Sengsara dalam kemudahan
Menghilang dengan kebahagiaan
Selamanya dalam keabadian
Namun……..
Tanpa meraka sadari
Mereka hanya hidup dalam perjalanan
Yang nantinya pasti akan kembali pulang
Datang dengan keterbatasan
Berkelana dalam keserakahan
Dan kembali dalam kepedihan
Sepi……tanpa suara yang didengarkan
Hanyalah jeritan malam yang terlihat
Hanya bayang-bayang sang idaman yang difikirkan
Diimpikan seekor kerang menghargainya
Namun………apalah daya
Ia sadari bahwa ia tidaklah berguna , dan
Bukanlah seekor kerang yang datang , namun
Gumpalan api yang membara membakar dada dan hatinya
Tanpa belas kasih
Mengobarkan jiwa dan raganya sampai habis terbakar
Jiwanya perih dan pedih menahan panas yang membara di dada
Dirinya hancur lebur
Kini…..
Ia semakin yakin bahwa dirinya sangatlah hina
Angin membawa dirinya bercampur dengan tanah
Yang selalu dipijak oleh siapapun
Yang mempunyai martabat tinggi
Gundah hatinya karena tiada mentari yang menyinari
Hanyalah kotoran dan tanah yang menemaninya
Bercampur dengan air mata yang berlinang membasahi diri
Dengan kepedihan dan rasa kerendahan
Ketika mentari memancarkan sinarnya
Menerangi seluruh alam dengan kasih sayang yang hangat
Kini…….
Ia mengerti bukanlah martabat yang dicari
Bukanlah kemewahan
Bukanlah kesenangan dan kebahagiaan
Bukanlah kearifan
Bukanlah kesucian
Bukanlah harga diri
Bukanlah kesombongan
Bukanlah kebencian
Bukanlah cinta
Bukanlah sayang
Melainkan kemanfaatan dirinya bagi yang sedang dilanda kerinduan
Walaupun ia hanyalah puing-puing sampah yang terbakar jiwa dan raganya
Dan…………
Ia mengerti karena dirinya sang kupu-kupu yang indah
Terbang menjulang tinggi di atas air mata kebahagiaan
Dapat hidup dan menghirup udara kesegaran dengan bebas dan lepas
Menghisap madu dari buah curahan air mata kepedihan dan kesengsaraan
Yang telah ia keluarkan
Dan haruslah selalu diingat bahwa
“Harga diri bukanlah yang utama, namun”
“Tanpa harga diri, manusia tidak akan menjadi utama”
Kesedihan santri
Dicurahkan dari hati yang membusuk menginginkan wewangian
Yang selalu menyinarinya dengan kebahagiaan yang berbuah kepedihan
Menyelimtinya keceriaan yang berbuah kesengsaraan
25 Februari 2010
Wednesday, 24 February 2010
SURAT_permohonan_rekomendasi PPMI

Nomor : 01/P4MI/I/2010 Magelang, 02 Januari 2010
Perihal : Permohonan Surat Rekomendasi
Sifat : Segera
Kepada :
Yth, Bpk. Bupati Magelang
Di Kota Mungkid
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Alloh SWT, yang telah memberikan Rohmat Taufiq Hidayah serta InayahNya semoga keadaan Bapak dan seluruh stafnya masih dalam lindunganNya. Amien.
Bersama ini kami Panitia Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Putra Putri "Ma'ahidul 'Irfan" Dusun Soropaten,Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang dengan rendah hati memohon kepada Bapak Bupati Magelang, untuk memberikan surat Rekomendasi Permohonan Alokasi Dana kepada Gubernur Jawa Tengah di Semarang dan para dermawan Guna melanjutkan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren "Ma'ahidul 'Irfan" di Soropaten, kami akan melanjutkan tahap ke tiga yang keseluruhannya akan menelan biaya Rp 718.040.000,- (Tujuh Ratus Delapan Belas Juta Empat Puluh Ribu Rupiah). Pada Tahap Pertama Pembangunan Asrama Pondok Pesantren ini telah dilaksanakan sejak bulan Maret 2003 s/d bulan Desember 2003 dengan biaya sebesar Rp 179.510.000,-. Tahap ke dua dilaksanakan sejak bulan Agustus 2007 s/d Desember 2007 dengan menelan biaya sebesar Rp.279.510.000,-. Dan tahap ke tiga dilaksanakan pada bulan november 2009 dengan menelan biaya sebesar Rp.100.270.000,-.
Namun sampai sekarang pelaksanaan pembangunan tertunda karena kurangnya dana.
Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, semoga sudilah kiranya Bapak Bupati memberikan surat rekomendasi tersebut.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb
PANITIA PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN “MA’AHIDUL ‘IRFAN”
| Sekretaris (Fajar Tri Anggono) | Ketua (Zainy Masykuri) | ||
| | Mengetahui Pengasuh PPMI (KH.M Aliyyul Munief Qst) | | |
SYAHADAH
WAJAR DIKDAS SALAFIYAH
PONDOK PESANREN MA’AHIDUL ‘IRFAN
Soropaten Gandusari Bandongan Magelang
Nomor : 001/swd/I//2010
Dengan memohon Rahmat dan Hidayah Allah SWT, kami berikan penghargaan ini kepada :
Nama : ..................................
No. Induk : ......................................
Alamat : ........................................
.....................................
Atas peran aktifnya dalam Pendidikan di dalam Program Pendidikan Wajar Dikdas Salafiyah Pondok Pesantren Salafiyah Pondok Pesantren Ma’ahidul ‘Irfan dalam mengikuti Tes Semester Gasal yang dilaksanakan pada hari ahad, 3 Januari 2010 s/d hari Kamis, 7 Januari 2010
----------------------------------------------------------- Dengan peringkat I (Satu)
Semoga dengan penghargaan ini senantiasa dapat menjadikan sebuah kenang-kenangan dan menjadi dorongan untuk meningkatkan prestasi di masa yang akan ating sehingga menjadi generasi yang Sholih / Sholihah. Amien.
Soropaten , 22 Januari 2010
Penanggung Jawab Program
Wajar Dikdas Salafiyah
Fajar Tri Anggono
santri harus_ikuti_perkembangan_IPTEK
Santri Harus Ikuti Perkembangan Iptek
CIGONDEWAH,(GM)-
"Demi kemajuan kaum muslimin, seraplah ilmu dan aplikasikan untuk kepentingan umat," kata Kepala Kandepag Kota Bandung, Drs. H. Diding saat membuka pelatihan life skill pengenalan teknologi dan media informasi, bagi santri di Pontren Sindang Resmi, Cigondewah Kaler, Kota Bandung, Jumat (25/12).
Pelatihan diikuti 50 santri yang berasal dari sejumlah pesantren di
Menurut Diding, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang berorientasikan peningkatan kualitas moral dan pengembangan sumber daya manusia, memang sudah semestinya memberikan wawasan ilmu dan keterampilan pada siswanya. Supaya para santri mendapatkan wawasan ilmu yang lebih luas.
"Diharapkan, dengan pelatihan seperti ini para santri semakin terbuka untuk melihat berbagai peluang. Dengan demikian, sedikit banyak bisa menurunkan angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja melalui wirausaha," ungkap Diding.
Sementara itu, Nazir Wiradinata mengungkapkan, para santri harus mengikuti terus tren ilmu pengetahuan dan teknologi, supaya tidak ketinggalan zaman dan dapat meneruskan cita-citanya menjadi masyarakat mandiri.
"Zaman semakin canggih, jangan sampai kita ketinggalan. Kita harus terus mengaktualisasikan diri.
| Puluhan Santri Pesantren Ikuti Pelatihan Komputer |
| Banda Aceh, (Analisa) Sebanyak 20 santri pesantren se-Sumatera mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis komputer untuk pengembangan ilmu komputer dan penguatan capacity bulding bagi santri di pondok pesantren. Pelatihan itu diberikan untuk Pimpinan Pesantren Daruzzahidin Tgk. H. Abdul Razak, Lc. mengungkapkan, dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pondok pesantren. Santri tidak hanya diajarkan ilmu-ilmu dalam kitab kuning tetapi juga komputer. Ke-20 peserta pelatihan yakni dari Aceh 9 orang dan sisanya dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau (Kepri) dan Sumatera Barat, yang merupakan program Dirjen Depag RI dan menunjuk Pondok Pesantren Daruzzahidin sebagai pelaksana. "Pelatihan ini dilaksanakan di empat titik, yakni Kalimantan Timur, Banten dua lokasi dan Aceh,"ungkap Abdul Razak yang juga ketua pelaksana. Acara dibuka oleh Kakanwil Departemen Agama Aceh diwakili Kasie Pendidikan, Diniyah dan Pondok Pesantren, Saifuddin dihadiri sejumlah pejabat jajaran Kanwil Depag Aceh. (irn) Dana Otsus dan Migas Diharapkan Dikelola Kabupaten/Kota Singkil, (Analisa) Tim Pansus DPRK Aceh Singkil mengharapkan pengelolaan dana Otsus dan Migas diserahkan ke kabupaten/kota di Aceh, sehingga pelaksanaannya dapat dipantau langsung oleh daerah bersangkutan. "Selama ini dana tersebut hanya dikelola oleh pihak provinsi," kata Tim Pansus I DPRK Aceh Singkil dalam laporannya yang disampaikan Masruman pada sidang paripurna dewan, Senin (11/1). Dikatakan, proyek yang dilaksanakan banyak proyek fisik, terutama dinas pendidikan yang terbengkalai pelaksanaannya. Proyek seakan hanya untuk menghamburkan uang untuk mengejar proyek. Hal ini terjadi akibat pengawasan yang dilakukan oleh pihak Provinsi Aceh dalam pelaksanaan proyek fisik yang didanai Otsus dan Migas di kabupaten/kota kurang maksimal. Apabila pelaksanaannya dilakukan kabupaten/kota, maka dia optimis pelaksanaan proyek tersebut berjalan baik karena diawasi oleh masing-masing kabupaten/kota. Rakyat sangat dirugikan dengan keberadaan proyek itu, karena tujuan proyek adalah untuk menyentuh kepentinggan rakyat. "Jadi provinsi harus sadar sehingga dana yang diperuntukkan bagai rakyat benar-benar bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia menjadi bangunan tua," tegasnya. (sjp) |